|
abuhusain
|
 |
« on: 08 April 2009, 10:04:30 PM » |
|
Assalaamu'alaykum warahmatullah,
Afwan jika judulnya agak aneh, 'mak comblang' disini maksudnya adalah perantara atau penghubung atau 'makelar' untuk ikhwan dan akhwat yang siap menikah, tapi butuh bantuan untuk mendapatkan calon istri/suami yang cocok.
Pengalaman ana pribadi, dulu ketika mencari calon istri ya relatif cukup sulit juga, cari informasi sana sini, sampai hampir setahun akhirnya dapat informasi kemudian berlanjut proses hingga menikah, walhamdulillah. Dalam masa itu juga ada yang gagal proses gak berlanjut.
Sekarang, beberapa ikhwan ada menghubungi ana, minta tolong kalo ada informasi akhwat yang siap nikah, tak lupa dengan kriteria yang diinginkannya. Sayangnya istri ana teman-temannya ummahat semua alias udah pada nikah, jadi istripun belum ada info akhowat yang siap nikah. Padahal ana yakin cukup banyak akhwat yang menunggu, tapi mungkin seringnya diam saja atau kita tidak tau informasi tentangnya.
Nah, ana mikir, kasihan juga kalo ada ikhwan atau akhwat yang belum menikah juga, padahal udah berlebih usianya dan siap untuk nikah. Mungkin di antara mereka sudah minta tolong temannya untuk mencarikan, tapi karena tidak terkumpulnya informasi antara mana ikhwan yang siap nikah dengan mana akhwat yang siap nikah maka si temannya tadi pun tidak ada informasi apa-apa.
Ini hanya dari keadaan yang ana temui saja. Mungkin di keadaan lain di antara ikhwah cukup banyak tersebar informasi dan mudah sekali mendapatkan info mana-mana ikhwan/akhwat yang siap dan mau nikah, lalu tinggal dihubungkan untuk proses lebih lanjut. Jadi, bagaimana dengan keadaan yang antum ketahui di tempat antum atau pengalaman antum sendiri?
Maksud ana disini, kalo memang bahwa kesulitan mencari calon istri/suami adalah hal yang cukup umum di kalangan salafiyin, lantas apakah mungkin dan boleh kita menjadi 'mak comblang' secara khusus. Maksudnya, kita menyediakan diri untuk secara khusus menjadi tempat menampung informasi jika ada ikhwan atau akhwat yang siap menikah, ikhwan menghubungi sang abu dan akhwatnya menghubungi sang ummu. Lantas abu dan ummu 'comblang' inilah yang mencocokkan sesuai data umum si ikhwan dan akhwat yang cocok dengan kriteria masing-masing. Mungkin ini bisa mempermudah. Tapi tentu saja ada banyak hal yang harus diatur dengan baik agar semuanya tetap berjalan sesuai syar'i.
Ini sekedar ide ana saja. Mungkin ada masukan dari antum?
|