Home
Help
Search
Calendar
Login
Register
Forum Ukhuwah Ahlussunnah
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
30 July 2010, 08:13:57 PM
Alhamdulillah forum ukhuwah telah online kembali, kini dapat diakses lebih mudah melalui WWW.AL-ILMU.US
Forum Ukhuwah Ahlussunnah
->
Topik Khusus Kajian Islam
->
Fikih Ibadah
->
Fikih Niat
Pages: [
1
]
Go Down
« previous
next »
Send this topic
|
Print
Author
Topic: Fikih Niat (Read 2009 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Fikih Niat
«
on:
08 November 2008, 06:30:34 AM »
Fikih Niat
Peran Niat Dalam Amal
Oleh Al Ustadz Abul 'Abbas Khalid Syamhudi,LC
(Staf pengajar Ma'had Ukhuwwah dan Imam Bukhori)
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh,Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu,ia berkata : aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "sesungguhnya amal amal itu tergantung dengan niat,dan sesungguhnya seseorang itu hanya akan mendapatkan balasan sebagaimana niatnya.Maka barangsiapa yang hijrahnya karena ALLAH dan Rasul-Nya,maka (pahala) hijrahnya (dinilai) kepada ALLAH dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk kepentingan harta dunia yang hendak dicapainya,atau karena seorang wanita yang hendak dinikahinya,maka hijrahnya akan dibalas sebagaimana yang ia niatkan."
(HR.Bukhari dan Muslim dalam kedua Shahihnya)
Logged
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Re: Fikih Niat
«
Reply #1 on:
08 November 2008, 06:54:08 AM »
Takhrij Hadits
Hadits di atas diriwayatkan oleh:
1. Bukhari, kitab Bad'ul Wahyu no.1, dalam Kitabul Iman no.54, ada beberapa tempat dalam Shahih-nya, seperti kitab Al-'Itq, dan lainnya (Fat-hul Bari, 1/9, 135)
2. Muslim, Kitabul Imarah, bab Innamal A'malu bin Niyyat, no.1907
3. Abu Dawud dalam Sunannya, Kitabut Thalaq, bab Fi Ma 'Uniya Bihi at Thalaq wan Niyat, no 2201
4. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Fadha-ilul Jihad, bab Man Ja'a fi Man Yuqatilu Riya'an Wa Liddunya, no.1647
5. An Nasai dalam sunannya, kitab Ath Thaharah, bab An Niyyah fil Wudhu' (I/59-60)
6. Ibunu Majah dalam sunannya, kitab Az Zuhd, bab An Niyyah, no.4227
7. Ahmad di dalam Musnadnya (I/25,43)
8. Ibnul Jarud dalam Al Muntaqa, no 64
9. Baihaqi dalam sunannya (IV/235), bab Man Ughnhya 'Alaihi fi Ayyam mim Syahri Ramadhan.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Daruquthni (I/136), Ibnu Khuzaimah (1/232 no.455), Ibnu Hibban (at Ta'liqatul Hisan 'Ala Shahih Ibni Hibban, no.389) dan yang lainnya.
Ibnu Rajab Al Hanbali (wafat tahun 795 H) mengatakan: " hadits ini (adalah) hadits fard (gharib), hanya diriwayatkan oleh Yahya bin Sa'id al Anshari dari Muhammad bin Ibrahim at-Taimi dari 'Alqamah bin Abi Waqqas al-Laitsi dari Umar bin Khaththab.Tidak ada jalan lain yang shahih selain jalan ini,menurut pendapat Ali Ibnul Madini dan lainnya."
Imam Al-Khaththabi berkata : "Aku tidak mengetahui adanya khilaf dikalangan ahli hadits tentang masalah ini.Meskipun ada riwayat dari jalan Abu Sa'id al-Khudri dan lainnya,akan tetapi tidak satupun yang shahih menurut para huffazh (iman-imam ahli hadits)." (jami'ul 'Uluum Wal Hikam, I/60 dan Iqazhul Himam,hlm. 28)
Imam Bazzar berkata,"Abu As-Sakan, Muhammad bin I'tab, Ibnul Jauzi dan selain mereka mengatakan, bahwa tidak ada satu pun hadits yang sah (tentang hadits innamal a'malu binniyat) dari seorang sahabat, melainkan dari Umar bin Khaththab, th.1416 H)
Jadi pendapat jumhur ahli hadits menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits ahad, tidak mencapai derajat mutawatir,meskipun yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa'id Al Anshari banyak sekali, karena dari sahabat Umar bin Khaththab sampai kepada Yahya bin Sa'id hanya terhadap satu jalan.
Logged
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Re: Fikih Niat
«
Reply #2 on:
08 November 2008, 07:03:35 AM »
Asbabul Wurud Hadits
Tentang asbabul wurud hadits (sebab datangnya hadits) diriwayatkan, ada seorang wanita bernama Ummu Qais sudah dilamar oleh seseorang, dan dia tidak mau dinikahi sampai calon suaminya hijrah. Lalu ia hijrah dan kami menamakan orang tersebut dengan muhajir Ummu Qais,kisah ini banyak ditulis dalam beberapa kitab,akan tetapi tidak ada asalnya yang shahih.wallahu'alam (Jami'ul Ulum Wal Hikam, I/24 dan iqazhul Himam, hlm.37).
Kata Ibnu Hajar Al Asqalani : "...tetapi tidak ada riwayat yang shahih yang menjelaskan hadits innamal a'malu sebabnya karena itu (karena Ummu Qais). Aku tidak melihat sedikitpun dari jalan jalan hadits yang jelas tentang masalah itu."
(Fat-hul Bari, I/10).
Syaikh Salim bin 'Id Al Hilali membenarkan perkataan Ibnu Rajab,bahwa kisah asbabul wurud hadits diatas tidak benar.
(Iqazhul Himam AL-Muntaqa fi Jami'il Ulum wal hikam,hlm.37)
Logged
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Re: Fikih Niat
«
Reply #3 on:
14 November 2008, 07:50:27 PM »
Kedudukan Hadits
Ba nyak pe rkat aan ula ma t entang hadit s ini, di ant aranya:
•
Imam Nawawi berkat a, ”Ka um muslimin t elah ijma’
(sepakat ) tent ang tingginya hadit s ini dan sangat banyak
manfaatnya.”
•
Imam Syafi’i be rkat a, ”Hadit s ini merupa kan sepe rtiga ilmu
dan masuk da la m t ujuh puluh bab masala h fiqh.” (Syara h
Shahih Muslim, XIII/53).
•
Imam Abdurra hman bin Mahdi (wafat th. 198 H) berkat a,
”Hadit s te ntang niat masuk da la m t iga puluh bab masala h
ilmu.” (Tuhfat ul Ahwa dzi, V/286). Kata beliau juga:
“Selayaknya bagi ora ng yang menyusun satu kit ab,
henda knya dimulai dengan ha dits ini unt uk mengingat ka n
para penunt ut ilmu aga r me luruska n da n me mpe rbaiki
niat nya.” (Syarah Muslim, XIII/53; Ja mi’ul Ulum Wal Hika m,
I/61). Ima m Bukha ri pun memula i kitabnya de ngan ha dits
ini.
•
Abu Abdilla h mengat aka n, ”Tidak ada satupun hadits yang
paling me ncakup berba gai masa lah dan pa ling ba nyak
manfaatnya, me lainkan hadit s ini.” (Tuhfatul Ahwadzi
V/286).
6
Peran Niat Da lam Ama l
•
Abdurrahman bin Mahdi, Syafi’i, Ahmad bin Ha nbal, Ali Ibnu
Madini, Abu Dawud, At -Tirmidzi, Daruqut hni, dan Hamza h A l-
Kina ni, semua nya be rsepakat bahwa hadits ini a dala h
sepert iga ilmu. (Fat-hul Bari, I/11). Y ang dimaksud denga n
sepert iga ilmu ia lah, sebaga imana yang dije laska n oleh
Imam Ahma d bin Hanba l, bahwa po ko k-pokok Isla m dat ang
dari tiga hadit s, yaitu:
1.
Hadits Umar:
2.
Hadits ‘Aisya h:
3.
Hadits Nu’man bin Basy ir : (Iqazhul
Hima m, hlm. 29).
•
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah be rkata, ”Makna yang
dit unjukkan hadit s ini me rupa ka n po ko k penting da ri prinsip-
prinsip a ga ma, ba hkan me rupakan po ko k dari setia p ama l.”
(Majmu’ Fataw a, XVIII/249). Sebagian ula ma berpenda pat ,
poko k- pokok agama t erdapat da la m empat ha dits
dika rena kan me lihat urgensi da ri hadits- hadits tersebut .
•
Imam Syaukani be rkata, ”Hadits ini mempunyai faidah yang
sangat banya k, dan t ida k cukup untuk saya je laskan di sini.
Meskipun ha dit s ini gharib, namun laya k ditulis (diba has)
dala m sat u kitab tersendiri.” ( Na ilul Authar, I/ 159).
7
Logged
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Re: Fikih Niat
«
Reply #4 on:
14 November 2008, 08:00:41 PM »
Makna Hadits
(inna ma) susunan seperti ini menunjuka n penge rtian hashr
pe mbatasan, yang diart ika n dengan “ha nya”, ma ka hashr iala h,
menet apkan hukum yang disebut kan da n me nafikan yang
sela innya. (Qawaa-id wa Fawaa-id mina l Arba ’in an- Naw awiya h,
hal. 25).
artinya, “a ma l-a ma l”. Kata ja ma k dari yang diawali de ngan alif
la m , yang menunjukkan a rti ist ighra q yang be rart i se luruh
a ma l. Y ang dimaksud adalah ama l- amal sya r’i yang
me mbutuhkan niat. Adapun yang tidak, sepe rti kebiasaa n
ma kan, minum, berpa kaia n da n yang la innya, at au sepe rti
menge mbalika n a manah dan tanggung jawab, at au
menghila ngka n najis, ma ka, t ida k me mbutuhka n niat . Aka n
tetapi ada ganja rannya bagi yang be rniat unt uk t aqarrub kepa da
Alla h. (Ibid, ha l. 26, Iqadhul Himam a l-Muntaqa min Jami’il
‘Uluum w al Hikaa m, hal. 30-31).
Jadi ma knanya, set iap a mal harus ada niat da n t ida k ada a mal
ta npa niat . (Nailul Authar 1/157). Bisa juga diart ika n
bahwa a mal it u me nja di baik, buruk, dit erima, dit ola k, diganja r
8
Peran Niat Da lam Ama l
at au tidak, itu t ergant ung da ri niat nya. Art inya, baik da n
buruknya a mal t erga nt ung niat . (Iqadhul Himam, ha l. 31).
ja mak dari . Da la m ba hasa dia rtikan (t ujuan), yait u hati
menye nga ja secara sadar terhada p apa ya ng dit uju (dima ksud)
mengerja kannya.
(Kehenda k hati untuk me ngerjakan suat u perkara). (Lisa nul
‘Ara b libni Manzhur 14/343, cet . Daar Ihya at Turats Al ‘Arabi,
Mu’ja mul Wasit h 2/ 965).
Al-Ba idhaw i be rkata, ”Niat adalah do rongan hati yang dilihat
sesuai de ngan suatu tujua n, berupa me ndatangkan ma nfaat
at au me ndat angkan mudharat dari sisi kondisi atau tempat .
(F at- hul Baari 1/13). Ada yang be rpe ndapat , niat adala h,
menuju sesuatu yang diba re ngi denga n mengerjakannya.”
(Bahjat un Nazhirin 1/ 31 dan Syarah Hadits Arba ’in o leh Ima m
Nawawi hal. 17).
… :
Sesungguhnya set iap ora ng a ka n me mpe roleh dari Allah sesuai
dengan a pa yang diniat ka n. Jika berniat baik, ma ka ia aka n
me mpe ro leh keba ikan. Dan jika be rniat jele k, ma ka ia a ka n
me mpe ro leh ba lasan keje le kan pula. (Bahjat un Nazhirin 1/31
dan Syara h Hadits Arba’in oleh Imam Nawawi ha l. 17).
9
Peran Niat Da lam Ama l
“Barangsia pa yang hijrahnya kepada Allah da n Rasul- Nya, maka
hijra hnya kepa da Alla h da n Rasul-Nya. Da bara ngsiapa yang
hijra hnya ka re na dunia yang a ka n dipe ro leh at au wa nita yang
akan dinikahinya, ma ka hijrahnya menurut apa yang ia hijra h
kepada nya.”
Ibnu Raja b Al-Ha nba li me ngat aka n, “Tat kala Rasululla h
shalla llahu ‘ala ihi wa salla m menye butkan bahwa ama l-a mal
te rgant ung denga n niat, dan seseorang akan mendapat ka n
sesuatu t ergantung da ri niat nya, baik at au buruk; dua ka limat
ini merupa kan dua kaidah yang me ncakup dan me rupa ka n
cont oh perbuat an yang be ntuknya sa ma, aka n tet api berbe da
hasilny a. Rusa knya amal itu tergant ung da ri niat. Ada orang
yang hijrah ke nege ri Isla m, ka rena hart a dunia atau kare na
wanit a yang akan dinikahinya, ma ka hijrahnya menurut niat nya.
Y ang perta ma adala h tajir (pedaga ng), dan yang kedua adala h
khat hib (pe minang). Ke dua nya bukan muha jir (o rang yang
berhijra h) yang sebena rnya.” (Iqazhul Hima m hal. 36-37).
:
Menurut apa yang ia hijrah kepa danya. Ha l ini me nunjuk ka n
jele k dan hinanya orang yang hijrah ka rena hart a dan wanit a.
(Iqazhul Hima m ha l. 36-37).
10
Peran Niat Da lam Ama l
.
Asal ma knanya ialah , yait u meninggalka n sesuat u.
Sedangkan me nurut ist ila h syar’i iala h,
(Pinda h da ri ne geri kafir ke ne geri Islam).
Oleh para ula ma, hijrah ini dibagi menjadi bebe rapa ba gia n.
Hijrah tet ap berlaku sela ma musuh masih dipera ngi,
sebagaima na taubat masih diterima sa mpai matahari terbit dari
barat.
Rasululla h shalla lla hu ‘a la ihi wa sallam be rsabda:
Tidak akan terhapus hijra h sampai t ida k a da lagi taubat yang
dit erima, dan t idaklah be rhent i t aubat it u dit erima sa mpai
mat ahari terbit dari ba rat. (HR. Ahmad, IV/99; Abu Dawud, no.
2479 dan Ad Da rimi, II/239-240 da ri sahabat Mu’aw iyah z,
shahih)
11
Logged
Rial_abdirrahman
Bismillahirrohmanirrohiim
Warga Rajin
Offline
Posts: 45
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Re: Fikih Niat
«
Reply #5 on:
14 November 2008, 08:11:09 PM »
Penjelasan Hadits
Tidak dira gukan lagi, niat itu me rupa kan ne raca bagi sahnya
suat u perbuatan. Niat merupa ka n kehendak yang pasti,
sekalipun t ida k dise rtai denga n a ma l. Ma ka dari it u, kadang-
kada ng ke hendak ini merupa kan niat yang baik lagi t erpuji, dan
kada ng merupaka n niat yang buruk lagi t ercela. Hal ini
te rgant ung dari apa yang diniat ka n, dan juga terga ntung kepa da
pendo rong dan pe micunya; Apa ka h unt uk dunia ataukah untuk
akhirat? Apaka h untuk mencari ke ridhaa n Allah, at auka h unt uk mencari keridhaan manusia? Se bagaimana sa bda Rasulullah shalla llahu ‘alaihi wa sallam:
Ke mudian me re ka diba ngkit kan menurut niat m reka… (HR.
Ibnu Majah, no. 4229 da n Ahmad, II/392)
Ka rena pe ranan niat dala m me ngarahka n amal mene nt uka n
bent uk da n bo bot nya, maka pa ra ulama menyimpulkan banyak
ka idah fiqh ya ng dia mbil da ri hadit s ini, yang me rupa kan kaida h yang luas
Logged
Pages: [
1
]
Go Up
Send this topic
|
Print
« previous
next »
Jump to:
Please select a destination:
-----------------------------
Seputar Forum AL-ILMU.US
-----------------------------
=> Petunjuk Forum AL-ILMU.US
=> Pengumuman Forum AL-ILMU.US
=> Lain-Lain
-----------------------------
Topik Umum
-----------------------------
=> Pemberitahuan & Pengumuman
=> Informasi & Promosi
=> Ilmu Pengetahuan & Teknologi
=> Bisnis, Wirausaha, dan Pekerjaan.
=> Kesehatan, Rumah dan Lingkungan
=> Seputar Dunia Islam
=> Lain-lain
-----------------------------
Topik Khusus Kajian Islam
-----------------------------
=> Aqidah & Manhaj
=> Fikih Ibadah
=> Kewanitaan/Muslimah
=> Firqoh & Bid'ah
=> Akhlaq & Adab
=> Pernikahan & Keluarga
=> Bahasa Arab
=> Al Qur'an & Al Hadits
=> Siroh & Teladan
=> Lain-lain
=> Pojok Download
=> Info Dakwah
-----------------------------
Ruang Interaktif Toko AL-ILMU.COM
-----------------------------
=> Petunjuk & Pengumuman AL-ILMU.COM
=> Informasi Produk
=> Administrasi & Pembayaran
=> Pengaduan & Permasalahan
=> Proses Pelayanan Order
=> Lain-Lain
-----------------------------
Fasilitas Website Lainnya
-----------------------------
=> SALAFY.WS
=> DARUSSUNNAH.OR.ID
===> Radio Syiar Sunnah
=> AL-ILMU.BIZ
=> AL-ILMU.NET
===> Petunjuk & Pengumuman AL-ILMU.NET
===> Informasi Materi
=> AL-ILMU.INFO
=> AL-ILMU.ORG
=> AL-ILMU.WEB.ID
=> AKHWAT.WEB.ID
=> KIOSHERBAL.COM